| Upcoming event |
|---|
|
Members: 371 News: 311 Web Links: 32 Visitors: 278087 |
| Shout It! | |
|---|---|
|
|
| Our sponsor |
|---|
![]() ![]() ![]() ![]() |
| Sore – Ports of Lima |
| Written by berT | ||||||||||||||||||
| Friday, 09 May 2008 | ||||||||||||||||||
Setiap orang yang bertanya seperti apa album kedua Sore, akan selalu rocktofolio jawab dengan jawaban sama. Seperti Sore. Jika dilanjutkan dengan pertanyaan apakah sebagus album pertama , maka rocktofolio akan menjawab dengan jawaban bahwa album Ports of Lima sedikit lebih gelap, sedikit rumit tapi tetap indah yang diceritakan dengan cara yang berbeda dari album pertama. Satu yang bisa diperhatikan dari album ini adalah bagaimana usaha Sore menghubungkan semua lagunya dengan sebuah jalinan cerita dari sebuah skrip film yang bisa kita lihat di sisipan kemasan cd-nya. Jadi rugi juga kalo nggak beli cd aslinya. Dibandingkan dengan album pertama yang lebih cerah dan riang , atmosfer atau suasana gelap dan sendu yang dihadirkan di album ini memang diakui oleh para personilnya. Suasana sendu ini bisa kita dengar lewat lagu “Merintih Perih”. Simak aja liriknya, .....sudah terasa sudah/ terlalu menghiasi/rintihan selalu terdengar menggebu/yang terasa pilu/dan membuat sendu/ Atau di lagu “Layu” yang bercerita tentang satu peristiwa dimana seorang wanita menangis dipelukan seorang laki-laki. ... Kau peluk lagi tubuhku yang kecil ini/ Air matamu menetes lagi di bajuku/ Yang kau alami semua pun mengalami/Larut terus menerus bisa membuatmu layu/ Kabarnya lagu-lagu yang ada di album ini diambil dari pengalaman pribadi mereka. Dan beberapa ada yang sudah dibuat sebelum album terdahulu mereka “Centralismo” dirilis . Seperti lagu “Vriejman” dan “Karolina”. Walaupun terdengar lebih gelap dan sendu. Tapi ada juga kok beberapa lagu yang ceria dan membuat kita bersemangat, seperti di lagu Ernestito. (berT)
Only registered users can write comments! |
||||||||||||||||||
| Last Updated ( Friday, 09 May 2008 ) | ||||||||||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|